Bupati Batanghari Tempatkan 60 Alumni Pesantren jadi Guru SD

- Jumat, 02 September 2022, 07:01 PM
Bupati Batanghari saat launching program Batanghari Tangguh

- Siswa SD di Batanghari Harus Bisa Baca Tulis Arab Melayu

MUARA BULIAN, BRITAIN.ID – Satu di antara keinginan Bupati Batanghari, M. Fadhil Arief untuk mewujudkan anak-anak didik di Kabupaten Batanghari mengenal pendidikan agama sejak dini, kini sedang dilaksanakan. Informasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK) Kabupaten Batanghari, Pemkab Batanghari di tahap awal ini telah menempatkan 60 Pendidik Tangguh ke sekolah-sekolah tingkat dasar di seluruh Kabupaten Batanghari.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pdk Kabupaten Batanghari, Zulfadli, MPd, melalui Sekretaris Dinas Muhammad Rokim mengungkapkan, bahwa atas instruksi Bupati  Batanghari yang tertuang dalam visi dan misi pembangunan Kabupaten Batanghari, Pemkab Batanghari telah menempatkan 60 Pendidik Tangguh ke SD yang tersebar di Kabupaten Batanghari. “Iya Pendidik Tangguh, jumlahnya 60 orang semuanya berstatus honorer. Mereka dari hasil seleksi tempo hari, dan menjadi guru yang mampu mengajar muatan lokal (mulok) yaitu baca tulis Arab Melayu,” ungkap Mas Rokim, sapaan akrabnya.

Sekretaris Dinas Pdk Kabupaten Batanghari Muhammad Rokim

 

Kata Rokim, sebagian besar para Pendidik Tangguh itu adalah jebolan dari pondok pesantren, atau mereka yang menguasai baca tulis Arab Melayu. “Program ini merupakan bagian dari program yang terintegrasi dengan program nasional, yaitu Platform Merdeka Mengajar (PMM). Jadi setiap guru memiliki aplikasi PMM yang lengkap dan berguna bagi guru dalam proses pembelajaran,” ungkap Rokim yang dilantik sebagai sekretaris Dinas Pdk pada April 2022 lalu.

Rokim menambahkan, semua guru di Kabupaten Batanghari wajib masuk PMM, termasuk guru SMA/SMK/MA. “Kita koordinasi dengan provinsi. Semua sekolah di Batanghari termasuk SMA, sudah 100 persen aktivitasi platfom PMM, per 21 Juli 2022,” kata Rokim.

Sementara itu terkait sebaran Pendidik Tangguh, ternyata dari informasi yang berhasil Britain.id rangkum, belum semua SD yang tersentuh oleh Pendidik Tangguh yang mengajarkan mulok Arab Melayu, mengingat tidak berimbangnya jumlah tenaga pendidik dengan jumlah SD yang tersebar di Bumi Serentak Bak Regam ini.

Dilansir dari laman dapo.kemdikbud.go.id, jumlah seluruh SD negeri dan swasta di Kabupaten Batanghari per semester 2022/2023 sebanyak 696 sekolah. Seperti disampaikan oleh seorang guru SD di Desa Aur Gading Kecamatan Batin XXIV, di sekolahnya belum ada Pendidik Tangguh tersebut. Katanya banyak SD di kecamatan tersebut belum mengajarkan mulok baca tulis Arab Melayu.

Berbeda halnya di Muara Bulian, informasi dari seorang guru SD bernama Titik mengatakan Guru Tangguh ini mengajar TUAM, singkatan dari tulis arab melayu. Mereka mengajar mulok Arab Melayu untuk kelas 5 dan 6. “Kalau di SD kami, Guru Tangguh mengajar di kelas 5a, 5b, 6a dan 6b. Karena satu minggu hanya bisa mengajar 8 jam, satu kelas waktu belajarnya 2 jam,” ungkapnya.

Mengingat beban mengajar seorang Pendidik Tangguh itu sebanyak 24 jam selama satu pekan, maka setiap pendidik harus mengajar di tiga SD. Artinya, dari 60 Pendidik Tangguh baru bisa meng-cover 180 SD. (eso pamenan)


Tags

Brita Terkait

X