Inspiratif... Kisah Nyata dari Merangin, Ini Perjalanan Hidup Tukang Pijat Keliling jadi Kades

- Selasa, 09 November 2021, 12:14 PM

BRITAIN.ID, MERANGIN - Perjalanan hidup Bang Anas dituliskan oleh seorang pegiat media sosial Rahman Pamenang, dan kisah inspiratif ini telah pula ditayangkan di stasiun televisi.  

Sekira tahun 2005, lelaki yang akrab disapa bang "Anas" ini, seorang pengusaha rongsokan, usaha pengepul rongsokan cukup besar, yang menerima suplay dari wilayah Kota Bandung dan Subang hingga merambah sampai ke Purwakarta. Setahun kemudian usahanya mulai oleng, mengalami banyak kerugian. Mau tidak mau pada awal 2007 usahanya gulung tikar alias bangkrut.


Setelah tutup total usaha rongsokan, dia berpikir ingin merantau ke Batam menyusul saudara dan temannya yang sudah berada di sana. Namun hal itu gagal karena satu dua hal. Walau gagal ke Batam niatnya untuk merantau sudah bulat. setelah mempertimbangkan banyak tempat, pilihannya berlabuh ke Kabupaten Merangin, tepatnya di Desa Sungai Kapas, Trans C2 Bangko. Pada Februari 2007 menjadi titik sejarah pertama kali menginjakkan kaki di C2.


Tidak ada tujuan, tidak ada kenalan, juga tidak ada sanak family di desa tersebut, hanya bermodal nekat ingin mengubah nasib. Pertama masuk di wilayah ini, yang dia lihat hanya hutan karet, sawit dan tanaman palawija. Dalam hatinya berpikir apakah bisa hidup di wilayah ini. Sejak hari itu mulailah bapak tiga anak ini mencari di mana bisa singgah, dan di mana bisa numpang tidur.

Alhamdulillah, di C2 banyak juga warga yang berasal dari keturunan Sunda, ini menjadi keuntungan juga kemudahan baginya, karena sama sama berasal dari sunda.


Mulailah Bang Anas menjalani hidup dengan cara menumpang di rumah warga. Berkat keramahan, ringan tangan serta mudah bergaul, Kang Anas mulai mencari celah dan mulai berusaha. Berbekal ilmu yang ada, bapak bersuara lembut ini membeli singkong dan membuat piyem (tapai). Selain piyem juga menjual ikan bandeng. Dia berjualan piyem keliling sembari menawarkan jasa pijat.

Untuk pijat dia tidak mematok tarif. berapa pun dikasih orang dia terima, atau jika pasienya tidak ngasih uang sekalipun tidak masalah, karena niat hanyalah menolong. selain berjualan dan jasa pijat, beliau juga melatih sepak bola. Pemuda dan remaja Sungai Kapas dibimbing dengan baik. Puncaknya, klub bola Sungai Kapas berhasil menjadi juara pertama Dandim Cup Merangin pada 2008. Dapat dibayangkan betapa bergaulnya Kang Anas di lingkungan barunya, prestasi seorang pendatang yang baru setahun menumpang hidup di rantau.

Dirasa sudah mulai mendapatkan sumber kehidupan, dia pulang ke Bandung menjemput anak istrinya. Diboyonglah semuanya ke Sumatera dan tinggal bersama. Roda terus berputar, kehidupannya masih terus dalam perjuangan. Belum memiliki tempat tinggal tetap, selalu berpindah pindah dari tempat yang satu ke tempat lainya. Terhitung sampai enam kali pindah dalam desa yang sama. Semua tempat itu diberikan orang secara gratis, tidak membayar sedikitpun. Beberapa waktu kemudian, akhirnya ia mampu mengkredit sebidang tanah tapak rumah. Ya, rumah yang dihuninya sekarang, tanahnya dibeli dengan cara ngangsur alias kredit.


Sudah punya tapak rumah, tetapi tidak memiliki biaya untuk membangun rumah. Atas kebaikan warga. dia diperbolehkan mengambil kayu di kebun milik salah satu warga untuk peralatan rumah. Tidak menyianyiakan kebaikan orang, lelaki mudah senyum ini masuk hutan dan menebang sendiri kayu-kayu untuk keperluan pondok. Sebagian kayu ada yang digesek namun lebih banyak kayu bulat. Lihatlah rumah beliau masih memakai kayu bulat, untuk zaman sekarang sudah sangat jarang rumah di wilayah Merangin memakai kayu bulat.


Pada 2013, adalah titik awal lelaki hitam manis ini mengenal dan bergabung dalam dunia politik. Bersama teman-teman, membentuk tim dukungan untuk Pak Khafid Moein. Bahkan berikutnya menjadi komandan tim SATGAS HARKAD. Di tahun berikutnya, 2014, bersama teman membantu dukungan suara untuk anggota DPR RI, Pak Zulfikar Ahmad, mantan Bupati Bungo dua periode dari Partai Demokrat.


Pada 2016, Kabupaten Merangin mengadakan pilkades serentak. Atas dorongan banyak warga, suami dari Eni Nuraini ini maju sebagai bakal calon, dan mengikuti tes seleksi di Bangko. Waktu itu yang mendaftar cukup banyak. ada sekitar 10 orang bakal calon. Namun hanya enam yang lolos seleksi termasuk dirinya. Dalam pesta demokrasi pilkades pun dia murni apa adanya. Berangkat dari niat suci ingin bekerja untuk orang banyak, Alhamdulillah di hari H setelah penghitungan, orang tua dari pemain bola Merangin FC atas nama Fikri Aceng ini menang mutlak. Ia berhasil meraih lebih kurang 3000 (tiga ribu suara) dari total DPT Sungai Kapas.


Setelah dilantik menjadi kades pada 25 Mei 2016, mulailah bekerja sepenuhnya sebagai orang nomor satu di desa yang berpenduduk belasan ribu jiwa tersebut. Selama menjabat, banyak program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang berhasil dilaksanakan dengan baik. Ia berhasil menarik program bedah rumah dengan jumlah yang sangat luar biasa, yaitu lebih dari 40 buah rumah tidak layak huni dibedah.

Begitu juga dengan prestasi, berhasil menjadi Juara umum PKK se-kabupaten Merangin. dan mewakili Merangin bertanding PKK di Provinsi Jambi. Tidak hanya itu, PKK Sungai Kapas juga mendapat perhatian Nasional dari program pemberdayaan dan penanggulangan remaja dari bahaya narkoba.


Dalam hak kemasyarakatan serta agama beliau juga sangat peduli dan penuh perhatian. Terbukti pada 8 November 2021 kemarin, sebanyak lebih kurang 20 orang mualaf di desa sungai kapas diberikan santunan, seperti seperangkat alat sholat, kitab kitab dan sembako. "Ini semua dia perjuangkan untuk memberikan perhatian khusus kepada para mualaf. ini termasuk kegiatan mulia dan mendapat respon banyak pihak," tulis Rahman dalam tulisannya.


Dalam organisasi, Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI), lelaki calon sarjana ini menjabat sebagai wakil ketua Apdesi Merangin. Juru bicara Khusus Apdesi Provinsi Jambi. dan kedepan Insya Allah akan segera dilantik sebagai bagian dari pengurus APDESI pusat di bidang SDM.


"Kisah kang Anas ini sangat layak kita jadikan sebagai motivasi untuk kita semua. Terbukti seorang tukang pijit keliling bisa menjadi kepala desa. Mampu menjadi pelatih bola yang baik, memiliki kemampuan leadersif yang baik. berhasil menjadi pengurus APDESI Kabupaten, Provinsi dan Nasional," ucap Rahman.

Kini pria yang memiliki akun medsos facebook dengan nama "anas budiman" ini masih terus menjadi tukang pijit. Sekitar Februari 2021, dalam acara bimtek kades ke Batam, kebetulan Rahman ikut. "Di saat itu kepala saya sangat pusing. Melihat keadaan saya yang meringis, beliau langsung mengambil tas kecilnya, mengeluarkan minyak telon dan minyak angin langsung memijat kepala saya. Alhamdulilah beberapa menit kemudian sembuh total. jadi kemanapun beliau pergi minyak telon dan minyak agin selalu ada dalam tas kecilnya. sehat selalu kang Anas Budiman teruslah berbuat untuk orang banyak," kenang Rahman Pamenang. (eso pamenan)

 


Mengenal Lebih Dalam Tukang Pijit Keliling Jadi Kepala Desa 
Nama ; Anas Budiman (calon SH)
Umur : 52 Tahun
Alamat : Desa Sungai Kapas C2
Ttl : Bandung 19 Mei 1969
Pekerjaan : Kepala Desa Sungai Kapas Bangko Merangin Jambi
Istri : Eni Nuraini
Anak : 3 orang semuanya laki laki


Tags

Brita Terkait

X