Pasien Datang ke UGD tapi BPJS tak Berlaku. Simak Penyebabnya

- Selasa, 11 Oktober 2022, 04:26 PM

MUARA BULIAN, BRITAIN.ID – Kerap kali menjadi keluhan masyarakat, termasuk di Kabupaten Batanghari ketika ada pasien yang masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD), tetapi kartu BPJS kesehatannya tidak berlaku, meski pemegang kartu tersebut tidak menunggak iuran.

Nah, pertanyaan terkait masalah ini muncul dalam Forum Konsultasi Publik tentang "Tarif Pelayanan pada BLUD RSUD HAMBA”, yang langsung dipimpin oleh Direktur RSUD H. Abdoel Madjid Batoe (HAMBA) Muara Bulian, dr. Hermina. Basrie. MKM, yang berlangsung Senin (10/10/2022) kemarin.

Pada konsultasi publik itu, Dirut RSUD HAMBA didampingi Dewan Pengawas RSUD HAMBA, seluruh penjabat struktural RSUD HAMBA, turut hadir pula pihak instansi terkait, di antaranya dinas kesehatan, dinas sosial, puskesmas, serta perwakilan beberapa sekolah dan wartawan.

Pada acara dialog dua arah itu, pihak RSUD menerima banyak pertanyaan, masukan, kritikan dan saran. Di antaranya mengapa ada kasus pasien pemegang kartu BPJS tidak berlaku saat masuk UGD.

Menanggapi hal ini, Dirut RSUD HAMBA, dr Hermina Basrie menjelaskan bahwa, sejatinya, setiap pemegang kartu BPJS bisa memanfaatkan asuransi pemerintah tersebut, asalkan sesuai mekanismenya. “Sering kita jumpai keluhan pasien yang menggunakan BPJS tapi harus tetap membayar. Biasanya hal itu disebabkan penyakit pasien tersebut masih bisa dilayani di Puskesmas. Misalnya penyakit deman, batuk, pilek atau penyakit ringan lainnya. Ketika pasien ini datang ke UGD, maka ia akan menjadi pasien umum, walaupun ia punya kartu BPJS,” ungkap dr Hermina.

Berbeda halnya ketika pasien yang datang ke UGD dalam kondisi kritis atau membutuhkan pertolongan sesegera mungkin, otomatis kartu BPJS-nya berlaku.

Tetapi kalau panasnya tinggi, step, kecelakaan, sama sekali tidak membutuhkan rujukan dari Puskesmas, dan langsung ditangani oleh tim medis di UGD,” jelas dr Hermina. (eso)


Tags

Brita Terkait

X