Tegas ...!!! Fadhil Arief: Jangan Permalukan Profesi yang Mulia Ini

- Jumat, 02 September 2022, 03:10 PM
Suasana pelantikan kepsek di serambi rumah dinas Bupati Batanghari.

Lukman Tolak Jabatan kepsek di Teluk Melintang. 

"Anak saya kerja di Mendagri. Katanya, kalau tetap disitu lebih baik berhenti".

Klik link video ini. Lukman Tolak Jabatan Kepsek

MUARA BULIAN, BRITAIN.ID - Adab lebih tinggi dari ilmu. Nasihat ulama yang bersandarkan hadits Rasulullah sangat relevan sampai kapan pun. 

Pada pelantikan para kepala sekolah dan pengawas di Serambi Rumah Dinas Bupati Batanghari, Jumat (2/9/2022), semua yang hadir menyaksikan bagaimana ujud adab lebih mulia derajatnya dari ilmu.

Pantauan Britain.id, seusai pengambilan sumpah jabatan, Bupati Batanghari, M. Fadhil Arief yang duduk berdampingan dengan Wakil Bupati Batanghari, Bachtiar, memberikan arahan dan motivasi kepada para kepsek yang baru saja dilantik. Kemudian, bupati membuka ruang diskusi dan tanya jawab, mempersilakan kepsek untuk menyampaikan langsung.

Sekda Batanghari, M. Azan memandu langsung jalannya diskusi. Saat itu suasana di serambi begitu rileks, senyum menghiasi wajah yang hadir, bupati pun kerap melemparkan joke-joke yang mengundang tawa. "Saya persilakan Pak Lukman duluan yang menyampaikan langsung, apakah pertanyaan atau persoalan ke bapak bupati," ungkap M Azan mempersilakan.

Kepala SD bernama Lukman ini dari penuturannya diangkat menjadi Kepala SD 128 di Desa Teluk Melintang, dan menetap di Desa Kembang Paseban, Mersam. Ia keberatan atas pelantikan tersebut, karena SD tempat ia bertugas berada di seberang Sungai Batanghari, cukup jauh dari kediamannya. "Ada apa sebenarnya ini Pak Bupati. Pada pelantikan terdahulu, saya juga dipindahkan sedangkan yang lain tidak. Mengapa pada pelantikan saat ini saya juga dipindahkan. Ada apa sebenarnya? Saya kenal dengan bapak Pak Bupati, dan kenal dengan pak bupati. Mengapa saya dipindahkan. Saya ini sudah mengabdi 38 tahun, dan setahun lagi saya pensiun. Kalau bisa ditinjau ulang. Saya jadi guru pun tak apa-apa asal tidak dipindahkan," ungkap Lukman. Kepsek ini menyampaikan keluh kesahnya tanpa tedeng aling-aling, dan terkesan jelas ia tak menerima keputusan bupati, apalagi penyampaian tersebut bernada tinggi, terkesan menantang.

Langsung saja M. Fadhil Arief merespon pernyataan kepsek tersebut. "Kalau ada yang dak terimo, catat Pak Kadis, bisa diberhentikan jadi pegawai. Diskusi tidak seperti ini. Saya pejabat pembina kepegawaian. Soal tepat atau tidak, dan apa hukuman bisa diskusikan dengan Kadis PDK. Tapi untuk forum yang mulia ini untuk memajukan dunia pendidikan, terserah mau kenal dengan bapak sayo, mau kenal dengan sayo, diskusinyo bukan disini. jangan bapak permalukan profesi yang mulia ini, dengan sikap-sikap bukan ciri-ciri pegawai negeri," ungkap Fadhil tegas.

"Ingat...!!! Waktu jadi pegawai dulu siap ditempatkan dimana saja. Bersumpah dihadapan Allah. Penempatan tidak ada pertimbangan jarak segala macam ya! Saya tidak akan berikan ruang untuk itu. Kalau mau baik-baik, diskusi silakan. Kalau mau nantang-nantang ya bukan disini," tegas bupati mengingatkan.

Bupati menyerahkan proses selanjutnya kepada Dinas PDK dan Inspektorat.

Terpisah, Lukman saat diwawancarai seusai acara tetap memilih tidak mau menerima jabatan kepsek di SD Teluk Melintang tersebut. "Anak saya kerja di Mendagri. Katanya, kalau tetap disitu lebih baik berhenti saja, karena anak saya tidak mau bapaknya tugas sejauh itu, setahun lagi saya pensiun. Tak jadi kepala sekolah dak apa-apa, berhenti pun dak masalah," ungkap Lukman. (eso pamenan)

 


Tags

Brita Terkait

X